Cara Setting MikroTik dengan Winbox dari Awal (Konfigurasi Dasar)

0

Halo sobat, kali ini Teknolalat akan mengulas tutorial cara setting MikroTik dengan Winbox dan cara konfigurasi hotspot MikroTik bagi kamu yang sedang belajar MikroTik. Dengan MikroTik, kamu dapat mengelolah jaringan LAN dan Wireless seperti kantor, sekolah hingga warkop game online.

Materi cara konfigurasi Mikrotik dasar tutorial ini meliputi DHCP Client, DHCP Server, IP Address, Firewall, NAT dan Routing. Selebihnya kamu bisa mengembangkan seperti konfigurasi MikroTik hotspot dengan sistem vourcher, limit bandwith, VLAN, VPN dan sebagainya.

Supaya cara setting MikroTik dari awal lebih mudah dipahami untuk pemula, maka seluruh konfigurasi MikroTik kali ini sepenuhnya menggunakan aplikasi Winbox yang berbasis GUI (Graphical User Interface).

Selain setting berbasis GUI, Winbox juga bisa untuk konfigurasi MikroTik berbasis CLI melalui menu New Terminal. Tak hanya melalui Winbox saja, kamu juga bisa mesetting MikroTik melalui browser (webfig), telnet dan putty.

Saat ini sudah banyak seri router MikroTik, namun untuk belajar setting MikroTik sebagai gateway internet, maka kamu cukup memakai seri MikroTik Wifi RB941 hap lite, RB751, RB750 dan RB450. Sebagai alternatif, kamu juga bisa menggunakan VirtualBox untuk menjalankan MikroTik RouterOS.

Baca juga: Cara Instal MikroTik VirtualBox PDF

Aplikasi dan Perangkat

Topologi

Dalam membuat jaringan komputer maka diperlukan topologi untuk mempermudah perancangan dan simulasi jaringan tersebut, berikut topologinya untuk cara setting MikroTik RB750, RB941 dll.

Topologi Setting MikroTik

Cara Setting MikroTik dengan Winbox dari Awal

Bagi kamu yang memulai belajar MikroTik mulai konfigurasi MikroTik dari awal sampai akhir di Winbox dan juga sampai konek internet beserta cara setting DHCP Server. Berikut langkah-langkah setting MikroTik dengan Winbox:

1. Buka dan Login MikroTik di Winbox

  • Pertama silakan login melalui Winbox dengan klik pada bagian Mac Address, isi form Login: admin dan Password: [kosong atau tanpa password], lalu klik Connect.

2. Setting DHCP Client Ether1

  • Setelah berhasil login konfigurasi yang pertama adalah DHCP Client, pilih menu IP – DHCP Client – klik tambah (+) – pilih interface dengan mengisi form pada pilihan Interface : ether1.
  • Lalu hilangkan centang pada Use Peer DNS yang berarti MikroTik tidak akan menggunakan DNS bawaan dari ISP karena nanti akan menggunakan kustom DNS, lalu klik Apply – OK.

3. Tes Ping Google

  • Setelah itu seharusnya MikroTik sudah mendapatkan akses internet dari ISP melalui ether1. Untuk mengecek buka menu New Terminal – ketik ping google.com lalu Enter. Dengan fitur DHCP Client ini, kamu sudah tidak perlu untuk setting gateway intenet.

4. Setting IP Address Ether2

  • Selanjutnya yakni cara setting IP address pada ether2, masuk pada menu IP – Addresses – klik tambah (+) dan akan muncul tab baru, isi dengan IP address beserta prefixnya (/24) pada form Address : 192.168.1.1/24 dan pilih Interface : ether2 dan klik Apply – OK.
  • Sampai tahap ini maka ether2 sudah memiliki IP address yaitu 192.168.1.1, kamu bisa mengganti IP address tersebut sesuai keinginan asalkan IP address class C misalnya 192.168.10.1/24.

5. Setting DNS MikroTik

  • Selanjutnya adalah setting DNS, caranya masuk menu IP – DNS – Isi pada form Servers : 8.8.8.8 dan 8.8.4.4, kemudian centang pada Allow Remote Requets dan klik Apply – OK.
  • DNS tersebut yang merupakan DNS Google, selain itu kamu juga bisa menggunakan DNS lain yang tersedia di Internet, seperti DNS Nawala yang memiliki IP yaitu : 180.131.144.144 dan 180.131.145.145.
  • DNS Nawala banyak digunakan untuk memfilter konten-konten negatif sehingga tidak perlu untuk memblokir satu persatu, namun DNS Google juga banyak digunakan untuk mendapatkan kecepatan internet yang maksimal.

6. Setting NAT MikroTik

  • Lalu setting NAT pada MikroTik dengan masuk pada menu IP – Firewall – tab NAT – klik tambah (+) – lalu isi form Chain : scrnat dan Out. Interface : ether1.
  • Chain: scrnat yang berfungsi untuk mengubah source address dari sebuah paket data, dengan kata lain MikroTik mengubah IP local menjadi IP public.
  • Out Interface: ether1 menentukan trafik internet yang keluar dari MikroTik yaitu melalui ether1.
  • Selanjutnya pada tab Action pilih Action : masquerade dan Apply – OK.
  • Action: masquerade ini berfungsi untuk menghubungkan IP local dengan IP public.

Nah, sampai tahap cara setting MikroTik ini, maka komputer yang terhubung pada ether2 akan bisa mengakses internet akan tertapi harus mengisi IP address secara manual, oleh karena itu agar tidak perlu repot-repot maka bisa menggunakan fitur DHCP Server.

7. Setting DHCP Server MikroTik

  • Lanjut pada cara setting DHCP Server, masuk pada menu IP – DHCP Server – pilih menu DHCP Setup.
  • Pilih interface yaitu ether2 – Next
  • Tentukan DHCP Address Space, tahan ini akan terisi otomatis – Next
  • Tentukan gateway, tahap ini akan terisi otomatis oleh IP Address dari ether2 yaitu 192.168.1.1 – Next
  • Pilih IP pool yang akann digunakan oleh client, dan akan terisi otomatis sesuai hosts pada prefix yang digunakan yaitu 192.168.1.2-192.168.1.254 – Next, pada IP address 192.168.1.1 tidak akan digunakan karena sudah digunakan sebagai gateway dan 192.168.1.255 sebagai broadcast
  • Isi DNS : 8.8.8.8 dan 8.8.4.4 – Next, DNS inilah yang digunakan otomatis pada semua client yang tersambung pada ether2
  • Tentukan Lease Time – Next, yaitu berapa lama IP address akan dipinjamkan ke client

Sampai tahap ini, kamu sudah berhasil mengikuti cara konfigurasi dasar MikroTik, komputer/laptop yang terhubung dengan ether2 akan mendapatkan akses internet dan IP address otomatis antara 192.168.1.2 sampai 192.168.1.254, agar bisa digunakan lebih banyak perangkat, kamu bisa menambahkan switch pada ether 2.

Cara Setting Hotspot MikroTik dengan Winbox

Nah setelah menghubungkan ether2 hingga terkoneksi internet, selanjutnya kamu bisa melakukan konfigurasi hotspot MikroTik pada ether lainnya. Berikut langkah-langkah cara setting hotspot MikroTik:

  • Pertama silahkan masuk menu IPHotspot – pada tab Servers pilih Hotspot Setup.
  • Selanjutnya pilih interface Hotspot, disini saya memilih ether3 karena ether1 dan 2 sudah digunakan pada settingan sebelumnnya – Next
  • Tentukan IP Address, misalkan 192.168.2.1/24 dan centan Masquerade Network – Next
  • Lalu tentukan IP pool, disini akan terisi otomatis sesuai hosts pada prefix yang digunakan yaitu 192.168.2.2-192.168.2.254 – Next
  • Pada opsi Select Sertificate, pilih none – Next
  • Pada SMTP Server silahkan pilih Next
  • Isi DNS : 8.8.8.8 dan 8.8.4.4 – Next
  • Berikutnya pada DNS Name, isi misalkan teknolalat.com – Next
  • Terakhir isi user Hotspot dan password sesuai keinginan, misalkan user:admin dan password:admin – Next

Begitulah cara setting hotspot MikroTik. Sekarang ether3 sudah terkonfigurasi dengan hotspot dan dapat diteruskan melalui Access Point dengan mode AP Bridge. Selanjutnya pengguna perlu login hotspot dengan user dan password yang telah dibuat sebelumnya agar terhubung internet melalui ether3.

Nah, bagi kamu yang ingin tes kecepatan internet dari MikroTik yang baru saja dikonfigurasi, maka kamu bisa kunjungi salah satu website berikut:

Baca juga: Cara Import dan Export Konfigurasi MikroTik

Itulah tutorial mengenai cara setting MikroTik dengan Winbox meliputi konfigurasi dasar dan setting hotspot MikroTik. Sekian saja artikel tutorial MikroTik singkat ini, selamat mencoba dan semoga bermanfaat. Apabila terdapat cara konfigurasi MikroTik yang kurang jelas silahkan komen dibawah.

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.