√ Pengertian MikroTik Lengkap, Jenis, Fungsi, Fitur dan Sejarah - Teknolalat

Find Us OIn Facebook

Pengertian MikroTik
Apa yang dimaksud MikroTik? - Pada dasarnya pengertian MikroTik adalah nama perusahaan yang berpusat di Latvia yang didirikan oleh John Trully serta Arnis Riekstins. MikroTik memiliki dua produk utama yaitu berupa MikroTik Router dan MikroTik OS.

MikroTik sebagai gateway sudah banyak digunakan diseluruh dunia untuk mengelolah jaringan LAN maupun WLAN (Wireless LAN) yang mencakup suatu area. Dengan MikroTik maka jaringan komputer akan lebih tertata dan stabil, sehingga jaringan dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Nah, kali ini saya akan membagikan artikel tentang pengertian MikroTik dan fungsinya, jenis-jenis MikroTik, fitur, sejarah hingga kelebihan kekurangannya sebagai dasar pemahaman khususnya untuk jaringan komputer. Baiklah, langsung saja simak penjelasan MikroTik berikut.

Baca juga: Cara Setting / Konfigurasi Gateway MikroTik dengan Winbox

Pengertian MikroTik

Pengertian MikroTik adalah
Dapat disimpulkan Pengertian MikroTik menurut para ahli adalah sistem operasi yang digunakan pada routerboard dan komputer yang berfungsi untuk pengaturan atau manajemen jaringan. Itulah definisi MikroTik berdasarkan produk atau perangkatnya, selain itu juga bisa dilihat dari sisi perusahaan.

Kebanyakan MikroTik difungsikan sebagai gateway internet, yang artinya pengertian MikroTik sebagai gateway adalah perangkat router yang digunakan sebagai pintu atau gerbang lalu lintas data internet, jadi semua paket data dapat diolah melalui MikroTik.

Di Indonesia, MikroTik sudah banyak digunakan untuk mengelolah jaringan suatu wilayah seperti Sekolah, Kantor dan Warkop. Dengan fitur yang dimiliki MikroTik mulai dari management user, jaringan LAN dan WLAN membuat MikroTik menjadi standart pengelolaan suatu jaringan lokal.

Bahkan saat ini MikroTik sudah menjadi standart kompetisi belajar bagi SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan(TKJ). Sehingga tak heran jika MikroTik Routerboard banyak digunakan diberbagai tempat khusunya sekolah dan kampus.

Ada banyak alasan kenapa banyak orang yang memiliki menggunakan MikroTik. Selain memiliki kemampuan yang handal, harga yang terjangkau menjadi kelebihan tersendiri yang dimiliki MikroTik, sehingga tak ada salahnya menggunakan MikroTik untuk jaringan yang tergolong kecil.

Baca juga: Download Modul Tutorial MikroTik Lengkap PDF

Jenis-Jenis MikroTik

Jenis jenis MikroTik

MikroTik memiliki beberapa jenis produk utama yang telah dikembangkan. Produk MikroTik tersebut adalah sistem operasi router dan perangkat router, berikut penjelasannya.

1. MikroTik RouterOS

Pengertian MikroTik Router OS adalah sistem operasi yang bisa digunakan untuk menjadikan komputer menjadi router network yang handal, mencakup berbagai fitur yang dibuat untuk jaringan LAN dan wireless, cocok digunakan oleh ISP dan provider hotspot.

MikroTik OS ini bisa diinstall pada komputer atau laptop sehingga memiliki fungsi yang sama seperti router yakni sebagai pusat pengolahan jaringan lokal yang handal.

Dengan menggunakan MikroTik OS pada komputer yang memiliki spesifikasi mumpuni seperti jenis prosesor dan kapasitas RAM, tentu memiliki performa yang lebih baik untuk menampung resource, namun daya listrik yang digunakan juga lebih besar.

2. MikroTik RouterBoard

Pengertian MikroTik RouterBoard adalah perangkat keras berupa router yang diinstal dengan sistem operasi MikroTik RouterOS. MikroTik Routerboard ini seperti sebuah PC mini yang terintegrasi karena tertanam Prosesor, RAM, ROM, dan memori flash.

Router MikroTik lebih banyak digunakan untuk mengelolah jaringan karena ukuran yang praktis dan memiliki jumlah port atau interface jaringan yang lebih banyak ketimbang menggunakan PC untuk router, selain itu penggunaan daya yang tentunya lebih kecil daripada menggunakan komputer.

Baca juga: Cara Instal MikroTik di VirtualBox dengan Mudah

Fungsi MikroTik

Fungsi MikroTik

Setelah memahami pengertian MikroTik router dan MikroTik OS, berikutnya adalah pemahaman fungsi MikroTik. Banyak konfigurasi yang bisa dilakukan dengan MikroTik, berikut beberapa fungsi MikroTik secara umum.

  • Pembuatan jaringan LAN secara terpusat, yaitu menggunakan kabel.
  • Pembuatan jaringan WLAN atau wireless, yaitu dengan menggunakan jaringan Wi-Fi.
  • Pembuatan PPPoE Server agar jaringan point to point lebih aman.
  • Pembuatan DHCP Server agar memudahkan client mendapatkan IP Address secara otomatis.
  • Pembuatan VPN Server agar jaringan lokal lebih aman.
  • Monitoring jaringan seperti jumlah pengguna dan penggunaan bandwith.
  • Blocking situs-situs terlarang dengan menggunakan menggunakan berbagai metode, seperti Web Proxy dan Layer7 Protocol.
  • Blokir internet pada waktu atau jam tertentu.
  • Billing Hotspot yang sering digunakan pada RT/RW Net untuk pembagian bandwith.
  • Memisahkan bandwith antra traffic internasional dan local, dan lainnya.

Baca juga: 5 Cara Blokir Situs di MikroTik | Web Proxy, Layer 7 Protocol

Fitur-Fitur MikroTik

Fitur MikroTik

Sebagai perangkat pengelolah jaringan internet yang handal, berikut adalah fitur-fitur utama yang dimiliki MikroTik.

  • Firewall
  • DNS
  • NAT
  • DHCP
  • VPN
  • Routing static dan dinamic
  • Universal Client
  • Data Rate Management
  • VRRP
  • Hotspot
  • UPnP
  • Point-to-Point tunneling protocols
  • NTP
  • Simple tunnels
  • Monitoring/Accounting
  • IPsec
  • SNMP
  • Web Proxy
  • MNDP
  • Caching DNS client
  • Tools

Kelebihan MikroTik

Berikut beberapa kelebihan yang dimiliki MikroTik.

  • Harga router yang cukup terjangkau.
  • User Interface yang mudah dipahami untuk pemula, yaitu dengan Winbox.
  • Mudah penggunannya.
  • Memiliki banyak fitur yang handal.
  • Dapat mengelolah jaringan dengan stabil dan aman.
  • Mikrotik bisa mendeteksi berbagai ethernet dari berbagai vendor yang ada.

Kekurangan MikroTik

Meskipun memiliki banyak kelebihan, namun MikroTik juga memiliki beberapa kekurangan yaitu sebagai berikut.

  • Spesifikasi dari hardware router yang terbatas, seperti RAM, CPU dan penyimpanan.
  • Belum mampu menangani sebuah jaringan internet dalam skala besar atau wilayah luas sekaligus, karena MikroTik belum memiliki sertifikasi secara internasional. Tidak seperti Cisco yang sudah diakui oleh internasional.

Sejarah MikroTik

Di Moldova tahun 1996, John dan Arnis mulai mengembangkan sistem berbasis Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless (WLAN) Aeronet yang berkecepatan hingga 2Mbps.

Kemudian pertama kali melayani lima pelanggan di Latvia, karena ambisi kedunya adalah membuat satu perangkat router yang handal dan untuk disebarkan ke seluruh dunia. Prinsip dasar MikroTik bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router handal yang dapat digunakan di seluruh dunia.

Linux yang mereka gunakan pertama kali yaitu menggunakan Kernel 2.2 yang dikembangkan bersama dengan bantuan 5 hingga 15 orang staf R&D MikroTik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga baru dan pihak ketiga untuk mengembangkan Mikrotik dengan cepat.

Akhir Kata....

Nah itu tadi penjelasan tentang pengertian MikroTik sebagai managemen jaringan komputer, mulai dari pengertian MikroTik sebagai gateway dan fungsinya, fitur, kelebihan kekurangan hingga sejarah MikroTik. Sekian artikel singkat ini, semoga bermanfaat.
Load Comments
Lebih baru Lebih lama